Specify Books In Pursuance Of Supernova: Akar (Supernova #2)

Original Title: Supernova: Akar
ISBN: 9799625726 (ISBN13: 9789799625724)
Edition Language: Indonesian URL http://deelestari.com/supernova-akar/
Series: Supernova #2
Characters: Bodhi, Gio, Diva
Literary Awards: Kusala Sastra Khatulistiwa Nominee for longlist (2003)
Free Supernova: Akar (Supernova #2) Books Online
Supernova: Akar (Supernova #2) Paperback | Pages: 202 pages
Rating: 3.82 | 9252 Users | 673 Reviews

Description During Books Supernova: Akar (Supernova #2)

Talita Luna Kesejatian hidup ada pada batu kerikil yang tertendang ketika kau melangkah menyusuri jalan. Kesejatian hidup ada pada selembar daun kering yang gugur tertiup angin. Kesejatian hidup ada air susu ibu yang yang merelakan puting payudaranya diisap oleh bayi manapun. Di Vihara Pit Yong Kiong, Pasuruan, di pelabuhan Belawan, di Penang, di Bangkok, di Laos, di Golden Triangle, di Cambodia, di Bandung, di manapun kau hidup. Tapi, dia mungkin tak terlihat pada arus politik yang menyudutkanmu pada pilihan kedigdayaan. Dia menyembunyikan diri dari teriakan- teriakan yang menggemakan perubahan. Kesejatian hidup tak memerlukan perubahan, namun juga tak menampiknya. Dia rebah pada semua kesederhanaan yang ada di sekelilingmu. Maka, carilah, dan kamu akan mendapatinya. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Mintalah, maka kau akan diberi. Demikianlah Dewi Lestari mewakilkan sebuah upaya pencarian kesejatian hidup pada seorang tokoh bernama Bodhi. Seorang bayi yang di suatu pagi tergeletak di pintu Vihara. Dipungut, diasuh, dan dididik oleh seorang Pandita, Guru Liong. Merasa bahwa karma pada hidup masa lalunya sangat berat. 18 tahun dididik dengan ketat, termasuk penguasaan terhadap sebuah ilmu bela diri, Bodhi mengalami penyempurnaan bathin. Pemurnian spirit. Termasuk sejumlah pengalaman uniknya yang "merasa" menjadi ulat, tikus got, kucing, dan sapi. 18 tahun adalah waktu yang cukup, dan Bodhi mohon pamit. Bersama serombongan pendeta Buddha, Bodhi menyeberang ke Sumatera dan memutuskan menetap di daerah Belawan. Tanpa KTP, tak juga faham mengenai asal usul dan tanggal kelahirannya. Bekerja tiga bulan, mendapat upah, dan dibantu oleh Ompu Berlin untuk mendapatkan sejumlah dokumen identitas termasuk paspor, Bodhi menyeberang ke Penang. Disana dia bertemu dengan sejumlah backpackers yang kemudian "memberi" arah perjalanan berikutnya: Bangkok. Bangkok surga bagi para backpackers. Ratusan pengelana dari mancanegara tumpah di sana. Bodhi tinggal di semua rumah penginapan Srinthip bersama sejumlah backpakers multi etnis. Penghuninya datang dan pergi. Masuklah Kell, seorang lelaki tampan, peranakan Irlandia dan Mesir. Lelaki tertampan yang mungkin pernah ada di bumi ini yang mempunyai tugas kehidupan untuk membubuhkan 617 tatto pada 617 orang untuk membuat dirinya menyongsong kemerdekaan paripurna setelah orang ke-617 membubuhkan tato yang ke-618 ke tubuhnya. Lelaki yang kerap menyenandungkan Eye in The Sky-nya Alan Parson Project. Kell kemudian mengajarinya tattoo. Lalu, jadilah Bodhi seorang tattooist dan menjadikan itu sebagai cara untuk mendapatkan uang bagi biaya hidup sehari-hari. Seorang backpacker perempuan bernama Star, berasal dari Hollywood, peranakan Eropa Timur dan Timur Tengah masuk dan menginap di Srinthip. Perempuan cantik dan tercantik yang pernah dilihat Bodhi. Perawakan tubuhnya sempurna. Perempuan inilah yang memperkenalkan dirinya dengan sebuah perasaan lain yang belum pernah dia rasakan sepanjang hidup. Star minta Bodhi mentattoonya tepat di payudara.Dan bergetarlah kulit semesta. Bergerolalah gelombang samudera. Erangan kesakitan Star sewaktu ditattoo adalah hasrat dedaunan yang mendambakan sapuan sinar matahari. Waktu berlalu dan mereka berpisah. Entah kenapa. Bodhi meneruskan pencarian kesejatiannya. Star seolah menggenap kesempurnaan tattoonya dan pergi menyongsong kelana berikut. Keterserakan yang tak menyenangkan. Tapi hidup adalah keping-keping misteri yang baru terbuka setelah rebah sepenuhnya. Bodhi membiarkan semesta menuntun perjalanan selanjutnya. Bertemu dengan lelaki tua pengasuh Bob Marley, yang mengumandangkan reggae seolah cuma itu yang ada di bumi dan kahyangan. Bertemu kembali dengan Tristan, backpacker yang ditemuinya pertama kali di Penang. Mereka berdua bekerja di ladang ganja di Golden Triangle dengan upah USD 700 per minggu. Sekian bulan di sana Bodhi memiliki cukup uang untuk melanjutkan kembara berikutnya. Pulang ke Srinthip didapatinya Kell sudah tak ada. Ah, lelaki yang telah memberinya keceriaan dan sebuah warna baru. Rasa kangennya memuncak. Diputuskannya untuk pergi mencari Kell. Tak ada petunjuk. Tak ada berita. Dan dia pergi. Suara semesta dan kerinduannya adalah dua buah kompas sejati yang dia percaya akan mengantarkannya tepat waktu - tepat arah kepada Kell. Bodhi terdampar di sebuah pertarungan antar manusia ala Golden Triangle ditonton oleh ribuan petaruh. Diadu secara barbar di atas ring melawan gladiator raksasa. Pertarungan dahsyat dengan menggunakan sejumlah jurus wushu yang mendebarkan pun digelar. Perjalanan itu begitu panjang dan melelahkan. Menembus belukar di antara desingan peluru. Menyusuri daratan ranjau. Disana dia betemu Epona, gadis penakluk ranjau. Disana pula ia bertemu kembali dengan Kell. Lalu, pada sebuah kunjungan ke lokasi ranjau, tattoo ke 618, angka kebebasan paripurna Kell, dirajahkan. Dalam dialog cerdas, konyol, menggelikan, dan bertabur air mata. Adegan mengejutkan, dan merupakan bagian terindah. Kebebasan itu datang dan menyapa dalam damai. Nikmati adegan ini sambil mendengarkan You Take My Breath Away-nya QUEEN. Berani sumpah, kau akan hening berjam-jam sesudahnya...

List Of Books Supernova: Akar (Supernova #2)

Title:Supernova: Akar (Supernova #2)
Author:Dee Lestari
Book Format:Paperback
Book Edition:Special Edition
Pages:Pages: 202 pages
Published:November 2002 by Truedee Books (first published 2002)
Categories:Fiction. Asian Literature. Indonesian Literature. Novels. Fantasy

Rating Of Books Supernova: Akar (Supernova #2)
Ratings: 3.82 From 9252 Users | 673 Reviews

Assessment Of Books Supernova: Akar (Supernova #2)
only one sentence that fit for this book. it's hard. we have to concentrate when read it. there's so many lines that have a very deep interpretation. read it slowly so you can really understand what the meaning behind those lines or maybe you can read it several times. fascinating book but also a hard one.

In this second series, Dewi Lestari take a step back from all of the huge spectacular language, and start to create and raise a spectacular character in a simple honest way, instead. This book tells us about an ex-monk that transform into a punk tattooist because of his amazing adventure around South-East Asia. One hell of a great idea. The setting, the supporting characters, the conflict, the knowledge, its all so believable. I can't judge whether the story is good or bad, because basically its

This is my second favourite title from all six titles in the Supernova series by Dee Lestari. I love how Dee writes about its main character, Bodhi.The element of surprise from this title is not as much as the first one. But everything about Bodhi's life is intriguing for me.

OKAY OKAY so i bought this book a while back but never actually got the time to read it but hOLY SHIT ?! First Of All, Bodhi and Kell will always be my #1 ship AND i love when dark!Bodhi arised because he seems hella scary. I love the little connection through the series about Diva although there's not much about Diva in this book but that's not a problem. I'm not good at reviewing but i'd give this book a 8/10.One more thing, Kell deserved better :)

I just couldn't fall in love with bodhi as i fell in love with diva, ferre, or elektra (characters from other supernova series). I think this book is way too serious by the time i read it, and i don't feel like reading the book again anytime soon (or ever?). But still I love dee's writing and can't wait for her next books :)

I think this is the best of the supernova lot. Some of it reminds me of Alex Garland's The Beach. I like that Bodhi is an anti hero and has a lot of substance and the self searching journey is just amazing.

Sooo different with the first book. I don't know whether I like the superpower thingy the main character has. However the idea of living for nothing (or living for living itself) is really refreshing, since not many people do it and now I can read, instead of just imajining, what it feels like. It's kinda fun to know that wherever you walk, you can find nice people to be your friends, and when you have no money at all, someone coincidentally help you.It's really interesting to go around the